Kantor Walikota Bima Selengkapnya
Even Nasional 2017, Misi Promosi Teluk Bima
Minggu, 7 Agustus 2016

 Teluk Bima dengan sejumlah pesonanya, tercatat sebagai salah satunya yang terbesar di Indonesia. Perpaduan pantai Lawata-Amahami, Pulau Kambing dan Benteng Asakota, seolah menempatkan teluk Bima sebagai maskot di Pulau Sumbawa yang mengharapkan untuk dikelola guna mendongkrak kemajuan masyarakat dan daerah di berbagai aspek.

            Media massa seringkali mempulikasikan potensi yang satu ini. Sayangnya, hingga detik ini tak satu instrumen pembangunanpun yang dibangun sebagai langkah awal untuk mengembangkannya. Kecuali, hanya wacana pengelolaan bersama oleh Kabupaten Bima dan Kota Bima dengan mimpi menempatkan teluk Bima sebagai wisata bahari (masih sekedar angan).

            Tak hanya itu, belum lama ini ada pihak penting yang datang dari berbagai daerah, sempat menciptakan sebuah momentum pembahasan tentang pengembangan ekonomi dan budaya Bima. Salah satu topik pembahasannya adalah pengembangan kawasan teluk Bima. Lagi, hal tersebut masih bersifat pembahasan. Dan, hasil pembahasannya juga belum jelas akan dibawa kemana dan dipergunakan untuk apa. Namun, dalam prespektifkebanyakan orang menegaskan bahwa teluk Bima sama dengan lumbung uang jika dikelola secara komprehensif dan profesional.

            Ditengah derasnya pertanya tentang kapan teluk Bima dijamah sesuai rencana, kini muncul jawaban yang menyejukan telinga. Kadis Pariwisata Kabupaten Bima Drs. Syafrudin menjelaskan, tahun 2017 akan hadir sebuah perhelatan besar bersifat nasional. Yakni, Pemprov NTB akan menggelar even nasional yang didalamnya terdapat sejumlah konten acara.

            Seperti, lomba perahu dan sejumlah mata lomba lainnya. Perhelatan besar yang masih bersifat rencana tersebut, bertujuan untuk mempromosikan teluk Bima dengan harapan akan hadirnya Investor terkait pengelolaannya. “Lagi-lagi, itu masih bersifat rencana. Itu hajatan Pemprov NTB, ya kita tunggu saja. Kita sangat berharap agar rencana tersebut dapat diwujudkan,” harapnya.

            Tetapi, sebelum perhelatan besar itu dilaksanakan, pihaknya akan menggelar beberapa konten acara di kawasan wisata Kalaki. Yakni, pada 6 Agustus 2016 dan acara tersebut hanya berlangsung satu hari. “Acaranya, dalam rangka pemberdayaan masyarakat pesisir termasuk perawatan-pemeliharaan mesin-mesin sampan ketinting, kita adakan lomba perahu hias, lombang tangkap bebek sebagai ajang hiburan masyarakat di pantai Kalaki dan lomba renang tingkat anak-anak. Hanya tiga mata lomba itu saja yang akan dilakukan, karena kita sesuaikan dengan anggaran yang ada,” jelasnya, Jum’at (5/8/2016).

            Langkah-langkah yang sedang dipersiaokan untuk event sederhana tersebut, pihaknya sudah bersurat kepada para nelayan yang ada di pesisir di Kecamatan Palibelo, Bolo dan Soromandi. “Sebenarnya ada banyak event yang bisa dilaksanakan, namun terbentur karena keterbatasan anggaran. Dan setiap event itu tidak ada yang gratis,” ujarnya.

            Moment tersebut, juga diakuinya sangat berkorelasi dengan dengan misi pengembangan kawasan teluk Bima. karena, lokasi wisata pantai Kalaki masih berada dalam kawasan Teluk Bima. “Misi lainnya, kami sering melakukan koordinasi dengan para pegiat pawisiata Provinsi NTB, Badan Promosi Wisata (BPW) NTB dan lainnya. Mereka siap membantu, bahwa Bima ini memiliki kekayaan alam yang sangat banyak, termasuk bidang pariwisata. Karenanya, mereka mengaharapkan adanya event-event. Sehingga kita sepakati, festival Kalaki akan dirubah dengan Festival teluk Bima tahun 2017,” jelasnya.

            Alasannya, karena teluk Bima memiliki perpaduan. Yakni, pantai Kalaki dengan sarana yang sudah ada, jika ada investor kita akan arahkan wisatawan ke pulau Kambing yang kemudian dipadukan dengan Benteng Asakota sebagai wisata sejarah dan Wadupa’a. “Kemudian di Kota Bima ada lokasi wisata Pantai Lawata, Amahami, Kolo, So Numbe dan lainnya,” terangnya.

            Event besar yang direncanakan tersebut, diakuinya akan dilaksanakan bersama dengan pihak Pemkot Bima. karena, kawasan teluk Bima adalah milik dua daerah (Kota Bima dengan Kabupaten Bima). “Hal itu juga kita juga sudah koordinasikan dengan Pemprov NTB. Sejak awal, pada saat rapat penentuan lambang pariwisata NTB, Lombok-Sumbawa, kita sudah bicarakan dengan pihak Pemprov NTB dan para pegiat wisata. Karenanya, mereka siap bersama-sama membuat usulan ke pusat agar festival teluk Bima menjadi event nasional,” paparnya.

            Menuju perhelatan besar yakni festival nasional itu, pihaknya akan mempersiapkan sejumlah aspek penting. Antara lain, memadukan semua kegiatan dan objek-objek wisata yang ada akan dihias. “Misalnya di Kalaki akan dilakukan kegiatan pentas seni dan parade budaya sebelum pentas seni dilakukan dan sejumlah konten kegiatannya lainnya yang masih berkorelasi dengan pariwisata. Rencananya, kegiatan tersebut akan berlangsung sati minggu,” katanya.

 

            Selain itu. Kegiatan pacuan kuda juga akan dijadikan sebagai penyanggan (pendukung) perhelatan tersebut (festival teluk Bima). “Menyambut festival tersebut,kita juga akan memperluas jaringan, seperti lomba perahgu nelayan yang kemudian kita padukan dengan kegiatan dari teman-teman kelompok pecinta pesisir yang ada di sekitar Bolo dan Soromandi. Karena, tiap tahun kelompok tersebut mengadakan lomba perahu hasil kreasi masyarakat di sana. Rencananya, Isnya Allah Festival tersebut akan dilaksanakan pada Agustus 2017. Kebetulan juga sangat berdekatan dengan HUT Kabupaten Bima,” pungkasnya. (Rizal) 

- See more at: http://visioner.co.id/berita-even-nasional-2017-misi-promosi-teluk-bima-843.html#sthash.fYluFTqv.dpuf

Bingkai Berita
Lihat semua berita »
Info dan Pelayanan

web site hit counter
Kontak Kami
Pemerintah Kota Bima
Jl. Soekarno – Hatta
Kota Bima NTB-Indonesia
84113

Phone: (0374) 646441, 646442
Fax: (0374) 646569
© 2017 Pemerintah Kota Bima
Bagian Pengolahan Data dan Teknologi Informasi Kota Bima