INDUSTRI DAN PERTAMBANGAN
Rabu, 19 April 2017

PERINDUSTRI DAN PERTAMBANGAN

         

 

Pembangunan industri di Kota Bima bertujuan untuk menciptakan struktur ekonomi yang seimbang dan kuat guna menciptakan landasan perekonomian yang kokoh. Sektor industri terbagi atas industri besar, sedang, kecil, dan rumah tangga. Pengelompokan didasarkan atas banyaknya pekerja di perusahaan yang bersangkutan.

Perusahaan industri yang mempunyai pekerja 100 orang atau lebih dikategorikan sebagai industri besar, antara 20-99 orang sebagai industri sedang, 5-19 orang sebagai industri kecil, dan kurang dari 5 orang sebagai industri rumah tangga.

Kegiatan industri yang dominan di Kota Bima adalah industri kecil dan menengah. Kegiatan industri dijalankan oleh sejumlah UKM dengan kegiatan usaha industri antara lain meliputi indsutri tenun ikat tradisional, industri kerajinan, industri meubel dan furniture, industri pengolahan makanan, industri genteng press, dan usaha yang lainnya.

Dilihat dari jenis industrinya, terlihat adanya pola persebaran industri kecil yang berbeda di masing-masing kecamatan. Sebagai contoh Kecamatan Rasanae Timur dan Raba merupakan sentra industri tenun, sementara Kecamatan Rasanae Barat dan Mpunda sentra industri makanan.

Dilihat dari kelompok industri, jumlah perusahaan dan tenaga kerja terus meningkat dalam 3 (tiga) tahun terakhir, demikian juga dengan nilai investasi dan nilai produksinya. Kelompok Industri Logam, Mesin dan Perekayasaan pada tahun 2011 berjumlah 524 perusahaan dengan tenaga kerja yang diserap mencapai 3.097 orang, di mana sektor non formalnya lebih besar dibanding sektor formal. Kelompok Industri Kimia, Agro Industri dan Hasil Hutan berjumlah 601 perusahaan dengan penyerapan tenaga kerja sebesar 4.456 orang, di mana untuk sektor formalnya lebih besar dibanding sektor non formal.

Tabel 1.  Jumlah Perusahaan Industri dan Kerajinan Menurut Jenis Perusahaan dan Nilai Produksi di Kota Bima Tahun 2011

 

Kelompok Industri/Jenis Perusahaan

Banyak

Perusahaan

Nilai Produksi

(Rp.000)

2010

2011

2010

2011

I. BIDANG IKAHH (Industri Kimia Agro dan Hasil Hutan)

562

601

41.856.769

45.544.070

II.   BIDANG ILMEA (Industri Logam, Mesin,  Elektronika dan Aneka)

420

524

22.328.501

24.058.637

A.

 INDUSTRI LOGAM, MESIN DAN PEREKAYASAAN

30

61

    1.360.140

    1.804.117

 

1   Pandai Besi/Alat Pertanian

14

36

124.740

        685.030

 

2  Pertukangan Mas/Perak Perhiasan

8

7

1.213.780

        846.900

 

3  Perkalengan

5

15

20.000

270.000

 

4  Reparasi Mesin Tik

3

3

1.620

2.187

B.

INDUSTRI TEKSTIL

222

291

8.655.800

9.695.390

 

1  Penjahitan/konveksi

108

110

5.606.200

5.886.510 

 

2  Pertenunan

105

178

3.034.000

1.792.500 

 

3  Bordir

9

3

15.600

           16.380

C.

INDUSTRI ELEKTRONIKA DAN ANEKA

41

33

1.260.640

1.017.050

 

1  Reparasi Radio, Tape, dan Amplifier

15

10

        217.440

          15.000

 

2  Arloji

4

4

           18.000

          20.700

 

3  Komputer

16

16

874.800

        962.280

 

4  Dinamo dan Transformator

1

1

           13.400

          14.070

 

5  Kulkas

5

2

137.000

            5.000

D.

INDUSTRI ALAT ANGKUT

127

139

12.338.080

14.543.247

 

1  Reparasi Kendaraan Roda 2 dan 4

103

110

7.550.490

     8.683.063

 

2  Reparasi Diesel dan Radiator

2

2

51.840              

5.184                  

 

3  Pengelasan

22

27

4.735.750

     5.855.000

Sumber : Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Bima, 2011

 Tabel 2. Perkembangan Industri Kecil dan Kerajinan Rumahtangga Menurut Kelompok Industri Formal dan Non Formal di Kota Bima Tahun 2011

Kelompok Industri

Perusahaan

Tenaga Kerja

Investasi

(Rp.000)

Nilai Produksi

(Rp. 000)

1. Industri Logam, Mesin danPerekayasaan

524

3 097

15.700.400

27.059.805

Formal

98

246

3 893 590

11 762 441

Non Formal

426

2 851

11 806 810

15 297 364

2. Industri KimiaAgro Industri danHasil Hutan

601

4 456

27.331.000

45.544.070

Formal

84

364

5 994 800

4 866 700

Non Formal

517

4 092

21 336 200

40 677 370

Jumlah

1 125

7 553

43.031.400

72.603.875

2 0 1 0

993

7 334

41.809.100

66.579.590

2 0 0 9

956

7 207

35.160.185

58.851.522

Sumber : Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Bima, 2011

 

Pertambangan

Kota memiliki potensi bahan galian berupa batu marmer, andesit dan lain-lain yang cukup besar, namun pemanfaatannya belum optimal. Pengolahan bahan galian tersebut di Kota Bima saat ini masih tradisional dengan menggunakan peralatan tradisional seperti linggis dan martil sebagai bahan pemecah batu. Sedangkan dari segi pemanfaatan hanya digunakan sebagai bahan batu belah dan bahan bangunan/konstruksi lainnya seperti dalam pembangunan jalan dan pondasi gedung/rumah. Dengan pertimbangan kelayakan usaha dan prospek bisnis di bidang pertambangan ini, maka Pemerintah Kota Bima saat ini terus berupaya turut serta dalam pelaksanaan pembangunan di bidang pertambangan khususnya pengolahan dan pemanfaatan bahan galian.

Tabel 3.  Zonasi Wilayah Pertambangan di Kota Bima

No

Wilayah

Potensi Bahan Galian

Latitude

Longitude

Keterangan

1

2

3

4

5

6

1

Kecamatan Rasanae Timur, Kelurahan Nitu dan Kelurahan Oi’Foo

Marmer

118

44

7,19

118

45

38,94

118

45

38,94

118

45

35,17

118

45

35,17

118

44

7,19

 

8

29

23,04

8

29

23,04

8

29

52,82

8

29

52,82

8

30

23,21

8

30

23,21

 

Dengan melihat kondisi geologi yang tersusun oleh batugamping yang mengalami metamorfosis akibat suhu dan tekanan, perubahan ini diakibatkan oleh adanya struktur geologi dan intrusi batuan, sehingga batugamping mengalami perubahan menjadi marmer. Potensi ini telah diminati oleh perusahaan PT. Pasific Union Indonesia yang berkedudukan di Mataram, Nusa Tenggara Barat.

2

Kecamatan Rasanae Timur, Kelurahan Oi’Ombo

Marmer

118

45

50,40

118

46

3,02

118

46

3,02

118

46

29,20

118

46

29,20

118

47

2,13

118

47

2,13

118

47

10,43

118

47

10,43

118

47

17,07

118

47

17,07

118

47

22,60

118

47

22,60

118

47

43,87

118

47

43,87

118

47

3,42

118

47

3,42

118

46

47,13

118

46

47,13

118

46

40,66

118

46

40,66

118

46

50,40

 

8

28

58,43

8

28

58,43

8

29

15,52

8

29

15,52

8

29

23,00

8

29

23,00

8

29

33,44

8

29

33,44

8

29

46,50

8

29

46,50

8

30

3,92

8

30

3,92

8

30

33,16

8

30

33,16

8

31

12,41

8

31

12,41

8

30

15,77

8

30

15,77

8

30

1,94

8

30

1,94

8

29

50,45

8

29

50,45

 

Dengan melihat kondisi geologi yang tersusun oleh batugamping yang mengalami metamorfosis akibat suhu dan tekanan, perubahan ini diakibatkan oleh adanya struktur geologi dan intrusi batuan, sehingga batugamping mengalami perubahan menjadi marmerdan ditunjang dengan data-data laboratorium yang pernah di uji kuat tekan, daya aus dan komposisi geokimia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3

Kecamatan Asakota, Kelurahan Kolo

Galena

(Timah Hitam)

118

45

15,59

118

44

22,67

118

44

22,67

118

43

15,59

 

8

22

9,06

8

26

9,06

8

24

46,49

8

24

46,49

 

Dengan melihat data-data geologi dan hasil laboratorium daerah ini memiliki potensi bahan galian terutama Galena (Timah Hitam).

 

4

Kecamatan Raba, Kelurahan Ntobo

Mangaan

118

48

33,88

118

51

37,59

118

51

37,59

118

48

33,88

 

8

26

1,16

8

26

1,16

8

27

24,21

8

27

24,21

 

Dengan melihat data-data geologi daerah ini memiliki potensi bahan galian terutama mangaan

 

5

Kecamatan Raba, Kelurahan Rontu

Bahan Timbunan Pilihan (Tanah)

118

45

15,09

118

45

18,31

118

45

18,31

118

45

22,10

118

45

22,10

118

45

15,09

 

8

28

53,06

8

28

53,06

8

28

55,06

8

28

55,06

8

28

58,31

8

28

58,31

 

Dengan melihat data-data geologi daerah ini memiliki potensi bahan galian Bahan Timbunan Pilihan (Tanah).

 

 

 

6

Kecamatan Mpuda, Kelurahan Sambinae

Andesit

118

43

35,41

118

43

37,85

118

43

41,12

118

43

41,12

118

43

46,00

118

43

46,00

118

43

50,39

118

43

50,64

118

43

50,64

118

43

40,21

118

43

40,21

 

8

28

11,74

8

28

12,26

8

28

15,09

8

28

16,95

8

28

17,94

8

28

17,11

8

28

16,69

8

28

17,94

8

28

21,78

8

28

18,04

8

28

15,15

 

Dengan melihat data-data geologi daerah ini memiliki potensi bahan galian batu Andesit.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

7

Kecamatan Mpuda, Kelurahan Sambinae

Andesit

118

43

32,97

118

43

36,33

118

43

35,70

118

43

32,44

 

8

28

8,26

8

28

9,19

8

28

11,08

8

28

10,25

 

Dengan melihat data-data geologi daerah ini memiliki potensi bahan galian batu Andesit.

 

 

 

8

Kecamatan Mpuda, Kelurahan Manggemaci

Andesit

118

43

56,31

118

44

1,93

118

44

4,40

118

44

7,50

118

44

11,92

118

44

12,96

118

44

13,74

118

44

12,81

118

44

8,35

118

44

0,54

118

43

56,31

 

8

27

41,38

8

27

44,16

8

27

44,35

8

27

43,60

8

27

44,48

8

27

45,71

8

27

49,23

8

27

50,03

8

27

47,02

8

27

45,09

8

27

43,92

 

Dengan melihat data-data geologi daerah ini memiliki potensi bahan galian batu Andesit.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber : Bappeda Kota Bima, 2010

Bingkai Berita
Lihat semua berita »
Info dan Pelayanan

web site hit counter
Kontak Kami
Pemerintah Kota Bima
Jl. Soekarno – Hatta
Kota Bima NTB-Indonesia
84113

Phone: (0374) 646441, 646442
Fax: (0374) 646569
© 2017 Pemerintah Kota Bima
Bagian Pengolahan Data dan Teknologi Informasi Kota Bima